Kamis, 04 Oktober 2012

ANATOMI FISIOLOGI OTAK

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Anatomi Fisiologi
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan hubungan antara bagian-bagian tubuh. Sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi bagian-bagian tubuh dan tubuh secara keseluruhan, salah satunya adalah otak.
2.1.1        Bagian – bagian Otak
A.    Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.
Cerebrum secara terbagi menjadi empat bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah:
1.      Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
2.      Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
3.      Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.
4.      Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.
Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir rasional.
A.    Cerebellum (Otak Kecil)
Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.
Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.
B.     Brainstem (Batang Otak)
Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1.       Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.
2.       Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol fungsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
3.       Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
4.       Limbic System (Sistem Limbik)
Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak ibarat kerah baju. Limbik berasal dari bahasa latin yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang.
2.1.2        NEURON
Neuron atau sel saraf dan sel glia merupakan dua jenis sel penyusun sisem saraf. Neuron merupakan sel fungsional pada system saraf, yang bekerja dengan cara menghasilkan potensi aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. Pembentukan potensi aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh system saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh.
Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, sel saraf di dukung oleh sel glia. Jadi sel glia merupakan sel yang berkaitan erat dengan neuron, yang berfungsi sebagai pendukung struktur dan fungsi neuron, namun tidak terlibat dalam fungsi penjalaran impuls. Dalam otak manusia, jumlah sel glia jauh lebih besar daripada junlah neuron. Perbandingan antara jumlah sel glia dan neuron ialah 10:1. Sel glia berfungsi utuk menjamin agar kondisi lingkungan ionic disekitar neuron dapat selalu tepat. Selain itu, sel glia juga berfungsi untuk membuang zat-zat sisa dari sekitar neuron.
Salah satu sel glia yang sangat dikenal ialah sel schwan. Sel schwan merupakan salah satu jenis sel glia yang berungsi sebagai pembungkus akson, membentuk selubung yang disebut selubung mielin.
Ditinjau dari fungsinya, neuron dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu neuron motorik, sensorik, dan interneuron. Neuron sensorik ialah sel saraf yang berfungsi untuk membawa rangsang dari daerah tepi (perifer tubuh) ke pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang atau medulla spinalis). Neuron motorik ialah sel saraf yang berfungsi membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh). Interneuron atau saraf penghubung ialah sel saraf yang terdapat di pusat saraf, yang menjadi penghubung antara neuron sensorik dan motorik.
Didalam neuron terdapat Glia dan sawar Darah Otak
A.    Glia
Sel nonneuronal didalam sel saraf pusat adalah Glia yang disebut juga dengan sel glia neuroglia, dan makroglio. Astrosit, oligondendrosit, sel ependimal dan makroglia merupakan empat tipe sel glia yang ada didalam sistem saraf pusat. Banyak leporan penelitian yang melaporkan bahwa sel glia jauh lebih aktif terlibat dalam aktifitas neuronal. Reseptor untuk banyak neuro transmiter dapat ditemukan di sel glia. Struktur penunjang untuk neuron diberikan oleh astrosit yang terlibat dalam pembentukan parut di sistem saraf pusat jika neuron berdegenerasi.
Mielin pada sistem saraf pusat juga melakukan peranan yang memelihara neuron. Proses fagositosis disitem saraf pusat melibatkan astrosit dan oligodendrosit. Sel ependimal melapisi ventrikel otak dan kanalis sentralis medula spinalis permukaan ependima biasanya dilapisi oleh silia. Silia berfungsi mempermudah pergerakan cairan serebrospinalis.
B.     Sawar Darah Otak
Sawar Darah Otak adalah semi permeabel, yang membolehkan beberapa material untuk menembusnya, tetapi menghalangi material lainnya. Jaringan endotelial memiliki ruangan kecil di antara tiap sel individu sehingga substansi dapat lewat di antara bagian luar dan dalam pembuluh darah. Meskipun, pada otak, sel-sel endotel saling berhubungan dan substansi-substansi tidak dapat melewati aliran darah. (beberapa molekul, seperti glukosa, ditranspor oleh darah dengan cara khusus).
Blood Brain Barrier mempunyai beberapa fungsi penting :
1.      Melindungi otak dari “substansi asing” dari darah yang dapat melukai otak.
2.      Melindungi otak dari hormon-hormon dan neurotransmitter di seluruh tubuh.
3.      Mempertahankan lingkungan yang konstan pada otak.
2.1.3        Stuktur Otak secara keseluruhan
Didalam sistem sareaf pusat, substansi abu-abu mengandung badan sel, sedangkan substansi putih mengandung akson neuronal yang bermielin. Tiga daerah substansi abu-abu korteks serebral, korteks serebelar dan nukleus-nukleus serebral dan serebelar subkortikal. Hemisfer serebral kanan dan kiri dihubungkan oleh korpus kalosum dan saluran komisura kecil. Korteks serebral sendiri sangat berlipat-lipat dengan penonjolan  atau lekukan. Batang otak terdiri dari medulla oblongata, pons, dan mesensesalon.
A.    Meningen
Merupakan selaput pembungkus otak paling luar. Meningen menutupi otak dan medulla spinalis. Penutup yang paling luar dan kuat adalah dura mater yang melekat dengan bagian dalam tengkorak. Dibawah dura meter adalah arachnoid dan pia mater yang berlekatan pada permukaan otak.
B.     Sistem Ventrikular
Cairan serebrospinal berada dalam rongga didalam masing-masing hemisfer serebral. Rongga tersebut merupakan sistem ventrikular. Ventrikel lateral dari masing-masing hemisfer dibagi menjadi kornu anterior, bagian sentral, kornu posterior, dan kornu tempolaris. Kedua ventrikel lateral bersatu dalam ventrikel ketiga tunggal melalui foramen interventrikularis munro. Ventrikel ketiga berhubungan dengan ventrikel keempat melalui aquaduktus serebral.
C.     Korteks Serebral
Jalur masuk utama ke korteks serebral mengandug informasi visual, auditoris, dan somato sensoris dan masing-masing mengarah ke korteks osipitalis, temporalis dan parietalis. Fungsi keluar yang terutama dan dapat diobservasi adalah berasal dari area motorik primer, area premotorik, dan area broca yang menyebabkan pergerakan otot spesifik, dan terkoordinasi. Korteks serebral mengandung kurang lebih 70% neuron di sistem saraf pusat. Korteks serebral merupakan lapisan tipis substansi abu-abu yang menutupi permukaan hemisfer serebral.
D.    Korteks Frontalis
Gangguan neurologis yang paling sering mengenai lobus frontalis adalah tumor, trauma, penyakit serebro vaskuler, dan sklerosis multipel.






BIOKIMIA

Biokimia adalah kimia makhluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel biologi molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan genetika.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein.
Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran sel, dan transduksi sinyal.
A. Faktor
Faktor resiko yang dapat menyebabkan gangguan jiwa salah satunya adalah faktor biokimia yaitu dimana faktor biokimia ini mempunyai pengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa. Misalnya pada pasien halusinasi dimana dengan adanya stress yang berlebihan yang dialami seseorang maka di dalam tubuh akan dihasilkan suatu zat yang dapat bersifat halusinogenik neurokimia seperti Buffofenon dan Dimetytranferase (DMP). Goldstein dalam townsend (1996) menyatakan bahwa berbagai neurotransmitter (epinefrin, norepinefrin, dopamine, asetilkolin dan serotonin) sangat berperan dalam memfasilitasi dan menghambat impuls agresif. Teori ini konsisten dengan “ menyerang  atau menghindar” yang dikenalkan oleh selye dalam teorinya tentang respon terhadap stress.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Selain itu, pada faktor biokimia perlu dikaji riwayat penyakit fisik dan riwayat gangguan jiwa sebelumnya dikarenakan penyakit fisik dapat mempengaruhi psikologis individu apabila koping terhadap stressor tersebut maladaptive.

4.      Fisika dalam Konsep Dasar Keperawatan  Jiwa
Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis Gelombang Otak (Brainwave) secara bersamaan, yaitu Gamma, Beta, Alpha, Tetha, Delta.Akan tetapi selalu ada jenis Gelombang Otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu.Misalnya jika kita tertidur, maka Gelombang Otak yang dominan adalah Delta.
4.1  Definisi
4.1.1        GAMMA (20 hz -40 hz)
Gelombang Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang paling cepat. Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan,
4.1.2        DELTA (0.5 hz – 4 hz)
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak Anda menghasilkan gelombang ini ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi.Fase Delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran.
4.1.3        THETA ( 4 hz – 8 hz )
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk.Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
4.1.4        ALPHA ( 8 hz – 12 hz )
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar.
4.1.5        BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 20 hz)
Merupakan Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Anda berada dalam kondisi ini ketika Anda melakukan kegiatan Anda sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar Anda. Frekwensi beta adalah keadaan pikiran anda sekaran ini, ketika Anda duduk di depan komputer membaca artikel ini. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz). Gelombang Beta di perlukan otak ketika Anda berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan pikiran di mana Anda telah menghabiskan sebagian besar hidup Anda.

4.2  Pemanfaatan Gelombang-gelombang fisika
4.2.1        GAMMA (20 hz -40 hz)­
Manfaat gelombang otak gamma menjadi sangat terlibat dalam memahami realitas dan memproses informasi. Gelombang gamma terlibat dalam pengolahan mental informasi dan membantu kita untuk menjaga kewaspadaan. Khususnya, gelombang otak gamma adalah terlibat dalam proses pengambilan keputusan
4.2.2        DELTA (0.5 hz – 4 hz)
Melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap
4.2.3        THETA ( 4 hz – 8 hz )
Digunakan ketika memasuki kondisi meditasi yang sangat dalam, namun, biasanya begitu Anda telah mencapai theta, anda menjadi mudah tertidur. Disinilah alasan bahwa gelombang Alpha adalah keadaan utama untuk pemrograman pikiran bawah sadar Anda.Jika anda ingin bereksperimen dengan meditasi melalui Gelombang Otak (Brainwave) theta, duduklah tegak untuk tetap sadar dan mencegah dari tertidur.
4.2.4        ALPHA ( 8 hz – 12 hz )
Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya.Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar
4.2.5        BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 20 hz)
Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut.




3.1 Konsep Dasar Keperawatan Jiwa tentang Kimia
Dalam konsep keperawatan jiwa tentang kimia, ini berhubungan dengan adanya hormon dalam tubuh yang mempengaruhi gangguan jiwa. Karena hormon dalam tubuh merupakan senyawa yang sangat penting diperlukan dalam tubuh manusia. Dalam bahasa Yunani hormon berarti sesuatu yang menggerakkan.
3.1.1 Makna Hormon bagi Tubuh Manusia
Hormon adalah suatu zat kimia yang kemudian dilepaskan sel atau kelenjar dalam salah satu bagian tubuh manusia untuk kemudian mempengaruhi sel-sel bagian tubuh yang lain. Meski hanya sebagian kecil hormon penting diperlukan dalam mengubah metabolisme sel .Ada tiga fungsi yang utama dalam hormon ini yaitu yang pertama adalah sebagai keseimbangan,yang kedua adalah merespons apabila kita sedang mengalami gangguan stres, dan yang ketiga adalah untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam tubuh.
Cara kerja hormon adalah beredar dalam sirkulasi darah dan juga fluida sel untuk kemudian mencari sel target. Saat hormon itu menemukan sel targetnya, hormon ini akan mengikat protein reseptor pada permukaan sel tersebut kemudian menggirimkan sinyal. Setelah sinyal respektor protein itu diterima, lalu akan segera beraksi baik dengan terlebih dahulu mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktifitas protein itu sendiri. Karena tubuh manusia terdiri dari banyak hormon, yang mempunyai fungsi berbeda-beda, maka untuk menjaga agar tubuh tetap seimbang dan sehat, hormon mesti kita jaga dengan baik. Salah satunya agar keseibangan tubuh sehingga tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan.
Istilah kematian sel program, terjadi karena adanya perangsang atau penghambat pada pertumbuhan seseorang. Hormon juga ada pada pengaktifan atau sebaliknya, sistem kekebalan tubuh dan metabolisme, atau dalam fase yang sering kita sebut pubertas.
Pada manusia seperti yang kita kenal, dari masa anak-anak hingga dewasa, dimasa pertumbuhan sedang jalan, itu berarti sel-sel yang diproduksi hormon masih aktif. Dari kecil menjadi besar dan tumbuh sehat. Hormon juga ada disebut hormon jenis khusus dan hormon ini biasanya ada di dalam kelenjar endrokin tertentu, seseperti kelenjar ovarium atau testis hormon ini bisa merangsang tumbuhnya hormon kelenjar endokrin lainnya seperti dalam contoh, jika THS atau thyroid-stimulating hormon bisa menyebabkan pertumbuhan serta menjadikan aktifitas kelenjar yang di hasilkan endokrin lain bisa meningkat.
Berikut Sepuluh Hormon Penting dalam Tubuh:
Banyak nama dan juga fungsi hormone yang ada pada tubuh kita. Namun ada sepuluh nama hormone berserta fungsinya, yang berperan penting dalam tubuh kita . Hormon-hormon itu
1)        Hormon Melantolin
Hormon yang berfungsi sebagai antioksidakan pengontrol tidur, yang disebut hormone melantolin. Hormone ini dproduksi kelenjar pineal. Kelebihan atau kekurangan hormone ini tanda-tandanya menyebabkan lesu, gangguan hati dan mata, pikiran, sakit kepala dan pusing. Sementara jika kita kekurangan hormone melantolin menyebabkan kesulitan tidak bisa tidur atau yang sering kita sebvut insomnia, tidur tidak nyeyak, tekanan darahtinggi, kelelahan, depresi, juga gangguan aritima atau rima jantung
2)        Hormon Serotonin
Hormon yang berfungsi mengontrol suasana hati atau mood ada pada hormone serotin. Berfungsi juga mengontrol nafsu makan. Jika ada penyebab denyut jantung, kejang demam tinggi hingga detak jantung tak teratur, itu disebabkan dari kelebihan hormon serotin. Sementara dampak-dampak Dari kekurangan hormone serotonin antara lain dapat menyebabkan kegelisahan, kekurangan rasa percaya diri, fobia dan lainnya.

3)        Hormone tiroid
Sebagai hormone peningkatan metabolism dan mempengaruhi sintesis protein disebut hormone tiroid. Cirri-ciri kelebihan hormone ini, kejanag perut. Demam, menggigil, jantung tidak teratur. Jika ada gejala lelah, lesu, rambut atau kuku tipis dan rapuh, darah tinggi, penyebab depresi gdan gangguan jiwa, ini adalah ciri-ciri kekurangan hormone tiroid.
4)        Hormon Adrenalin
Sebagian pasokan  oksigen serta glukosa yang akan dialirkan ke otak dan otot. Jika kekurangan hormone ini bisa menyebabkan pening. Penurunan berat badan, nyeri otot serta sakit pinggang akut.
5)        Hormone Dopamin
Hormone ini berfungsi sebagai pengkatan denyut jantung dan tekanan darah jika mengalami perubahan jumlah urin, perubahan warna kulit, sakit di kaki dan lengan adalah cirri-ciri kelebihan hormone ini. Sementara jika motivasi rendah, ada kesul;itan konsentrasi dan berfikirb lambat, lemah libido dan impontensi adalah gangguan yang disebabkan kekurangan hormone ndopamin.
6)        Hormon gastrin
Sementara itu hormone yang diproduksi oleh usus 12 jari ini disebut hormone gastrin. Fungsinya sebagai sekresi asam lambung oleh sel parietal. Tumor jinak anak menyerang anda kelebihan hormone gastrin.
7)        Hormone pertumbuhan atau HGH
Hormone ini bertugas merangsang pertumbuhan dan juga reproduksi sel. Jika kelebihan sel ini dapat menyebabkan tumor jinak yang tumbuh secara perlahan. Sementara jika anak - anak  kekurangan hoemon ini, pertumbuhan badannya akan lambat, bisa mengakibatkan tubuh jadi pendek juga bisa tertundanya kematangan seksual.
8)        Hormone insulin
Hormone insulin adalah hormone yang berfungsi sebagai pengambilan glukosa di hati dan otot lewat darah. Kelebihan hormone salah satunya menjadikan kadar gula darah sangat rendah. Jika sebaliknya, kelebihan hormone insulin dapat meningkatkan kadar gula darah dan diabetes.
9)        Hormone testosterone
Hormone ini merupakan hormone seks pria. Hormone yang berfungsi merangsang pematangan otot – otot seks pria serta serta kepadatan tulang.
10)    Hormone progesterone
Berfungsi menaikkan factor pertumbuhan epidermal. Hormone ini juga membantu pertumbuhan tulang gigi, gusi, sendi kulit. Susah tidur, sering cemas, panik, gelisah adalah penyebab kurangnya hormone progesterone dalam tubuh.
Selain dari hormone sendiri, konsep keperawatan jiwa dapat dipengaruhi oleh beberapa hal lain seperti goncangan jiwa yang berpengaruh kesehatan jiwa.
Goncangan jiwa dan dampaknya terhadap kesehatan fisik. Penjelasan tersebut membuktikan bahwa ada hubungan antara jiwa dan fisik.Jiwa manusia memiliki karakteristik yang dilengkapi dengan kemampuan dan rahasia yang tinggi. Karakteristik tersebut bisa terlihat dari emosinya, seperti sedih, senang, takut, kecemasan, duka, kegelisahan, kesusahan dan perasaan-perasaan lain untuk waktu tertentu. Perasaan-perasaan tersebut muncul ketika seseorang menghadapi peristiwa-peristiwa menyakitkan dlm hidupnya karena adanya perubahan kondisi psikologis yg terlihat dari fisiknya, seperti perubahan raut muka, keluar keringat, tertawa, cemberut, dan tanda-tanda lainnya. Terkadang perubahan terjadi sangat dalam yg dirasakan oleh jiwa seseorang , seperti detak jantung yang bekerja cepat, sesak nafas, dan lain-lain.
Gangguan ini disebabkan oleh adanya hubungan antara reaksi yang berlebihan dan kelenjar vital pada tubuh yang memisahkan dan membuka getah bening lambung. Gangguan ini berpengaruh pada penyakit jiwa kronis karena bercampurnya hormon yang bersumber dari kelenjar tersebut sehingga menjadi sangat lemah. Pada akhirnya gangguan ini berdampak pada perubahan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker sebagai dampak berkurangnya sistem imun. Penyakit jiwa dan tekanan sosial yang terus-menerus berdampak pada imunitas tubuh dan munculnya penyakit tertentu. Tekanan jiwa terkadang memberikan andil terhadap tumbuhnya penyakit fisik seperti penyakit kulit, kanker, penyakit jantung, pecah pembuluh darah, dan penyakit-penyakit kelenjar lainnya seperti kelenjar buntu, gangguan hormon, pikun dan ketuaan. Susunan saraf bergerak sejalan dan spontan dengan beberapa aktivitas organ tubuh, seperti detak jantung, aliran darah, sistem pencernaan, sistem imun dan kelenjar buntu. Ketika terjadi sesuatu pada sistem saraf karena reaksi jiwa, maka sistem yang lain akan terkena dampaknya, sehingga berdampak pada munculnya penyakit fisik.
Tekanan jiwa timbul akibat adanya gangguan antara zat kimia otak dan sel-sel saraf. Karena, gangguan jiwa mendorong bertambahnya jumlah hormon KORTEZOL(hormon anak ginjal) yg keluar dari kelenjar anak ginjal diatas ginjal. Kondisi ini berakibat pada semakin banyaknya hormon insulin yang keluar sehingga mengurangi massa imunitas pada otak. Imunitas otak antara lain berfungsi untuk menggugah kesadaran disaat tertentu, misalnya ketika seseorang meneguk minuman yang memabukkan. Dampak berikutnya adalah berkurangnya kemampuan otak secara kimia dalam menyikapi informasi baru dan menetralisasikan informasi yang menakutkan. Pada akhirnya, kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, misalnya penyakit amnesia dan lemah ingatan.
Gangguan jiwa berakibat pada keluarnya hormon kelenjar buntu melebihi kebutuhan tubuh seperti adrenalin yang keluar dari kelenjar adrenal, NOREPINOPHRINE yang keluar dari sumsum kelenjar adrenal. Dalam kondisi seperti ini badan terpaksa mengeluarkan simpanan tenaga yang seharusnya dipergunakan utk perkembangan tubuh dan pertahanan kondisi fisik saat dibutuhkan badan. Pemaksaan ini berakibat pada melemahnya sistem imun tubuh dan bertambahnya tekanan tubuh utk menembus saluran darah di kepala(otak). Kondisi ini mendorong masuknya zat-zat kimia kedalam otak sehingga menimbulkan rasa pusing, mual dan vertigo. Pemaksaan yang terus-menerus ini meningkatkan tekanan darah, yang juga akan menambah kekentalan darah yang mengalir kebagian depan kepala. Kondisi seperti ini terkadang menimbulkan gumpalan darah atau sakit kepala yang berat.
Reaksi jiwa yang berulang-ulang terkadang mendorong tidak berfungsinya jaringan pencernaan, seperti buruknya pencernaan dan terganggunya proses pengeluaran getah lambung yang berfungsi memperlancar proses pencernaan. Lebih jauh, kondisi ini kadangkala berakibat pada rusaknya rangkaian pencernaan, seperti luka pada lambung, usus 12 jari, dan usus besar. Kegelisahan yang berlebihan bisa disembuhkan dgn banyak melakukan aktivitas berfikir, Untuk menjaga manusia supaya tidak cepat lupa dan lemah ingatan serta meningkatkan kegiatan berpikir
                            




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar